Kamis, 14 April 2016



Teruntuk Ayahanda Tercinta
 Karya : Wilda Dwi Novan

Satu, Dua, hitunglah daun harapannya
Sejak fajar hingga senja, dari siang sampai malam
Tak pernah berhenti untuk memuji, bersimpuh dan bersujud
Dengan sehelai harapan
Kau arungi samudera kesukaran dengan perahumu
Kau bawa kami berlayar bersama kerinduan
Kau ulas senyum di bibir saat keningmu mulai berkerut ringan
Kegaduhan, kekacauan, dan pengabaian
Satu, Dua, hitunglah penyelesaiannya
Semua terlihat mudah saat bersamamu
Layaknya Newton dan buah Apel
Sederhana, namun bermakna
Duhai engkau sang pemilik dahi hitam
Sudahkah kau tengok pohonmu?
Dulu angin sempat menggugurkan daunnya
Namun lihatlah kini ! Semua tampak hijau dan berseri
Perjalanan panjang kerinduanmu akan usai
Tersirat sudah seluruh harapan dan doa
Teruntuk ayahanda tercinta
Maafkan kami dengan semua keterbatasan ini
Terimakasih atas segala hal yang telah kau ajarkan
Terimakasih…